cara menjaga kehamilan agar tidak keguguran

Bagaimana Cara Menjaga Kehamilan Agar Tidak Keguguran Ketika Mendekati Hari Kelahiran?

Setiap wanita pastilah ingin bisa hamil. Apalagi setiap bunda pasti menginginkan anaknya kembar ketika sedang hamil, wajar saja, itu merupakan keinginan para ibunda pada umumnya.

Namun, rintangan yang dihadapi tidaklah mudah. Seperti belum bisa hamil hingga keguguran.

Terlebih lagi jika kegugurannya menjelang kelahiran. Hal tersebut pastilah sangat tidak diinginkan mengingat betapa kerja kerasnya menjaga kehamilan dan janin. Meskipun sudah hamil tua, menjaga kandungan tetap sehat sangat perlu.

Karena untuk menghindari terjadinya keguguran, karena keguguran tidak hanya terjadi pada tri semester awal saja. Semua ibu hamil tetap mewaspadai akan terjadinya hal itu. Lebih baik dicegah.

Untuk itu, perlu diketahui hal-hal yang membuat bisa terjadinya keguguran.

Tetapi juga mencari bagaimana cara menjaga kandungan tersebut tetap sehat hingga persalinan. Untuk itu, perlunya edukasi mengenai bagaimana cara menjaga kehamilam agar tidak keguguran menjelang persalinan.

15 Cara Menjaga Kehamilan Agar Tidak Keguguran Menjelang Persalinan

Mekipun keguguran kerap membayangi untuk wanita yang sedang hamil muda, terlebih lagi pada tri semester awal, tidak menutup kemungkinan jika pada trisemester akhir atau hamil tua untuk tidak mengalami keguguran.

Tentunya para ibu hamil tidak ingin hal itu sampai terjadi.

Berikut cara untuk menjaga kehamilan agar tidak keguguran menjelang persalinan, antaralain;

  1. Perbanyak minum air dengan diselingi minum wedang jahe. Penuhi asupan protein dan zatbesi. Batasi makan makanan yang digoreng, makanan pedas, dan bersoda. Perbanyak makan makanan berserat dan melakukan kegiatan yang ringan.
  2. Jangan sekali-kali untuk menahan buang air kecil. Karena semakin besar usia kehamilan, semakin sering intensitas untuk buang air kecil karena janin menekan kandung kemih.
  3. Hindari rokok (asaprokok), minuman beralkohol, dan berkafein. Karena salah satu faktor utama yang dapat menyebabkan keguguran, persalinan prematur, serta plasenta bermasalah adalah merokok saat hamil. Dan juga lebih baik menghindari asap rokok juga. Beberapa penelitian mengaitkan dengan rokok bersama dengan situasi bibir sumbing. Minuman beralkohol juga berdampak dengan kesehatan bayi seperti berat bayi rendah, problem belajar, bahasa, bicara, dan juga menjadi hiperaktif. Batasi juga konsumsi minuman dan makanan berkafein.
  4. Jauhkan juga penggunaan zat kimia dengan cara menjauhkan diri dari aktifitas atau hobi yang memakai zat kimia seperti cairan pembersih, pestisida, atau yang memnpunyai kandungan logam-logam berat.
  5. Usahana untuk ibu hamil dengan istirahat yang cukup. Untuk tidur malam 6 hingga 7 jam dan siang tidur atau berbaring setidaknya 1 hingga 2 jam.
  6. Menjaga kebersihan harus dijaga pada masa kehamilan sangat dianjurkan setidaknya 2 kali sehari dimulai dengan kebersihan rambut, gigi, dan mulut, payudara (persiapan menyusui), kebersihan daerah kewanitaan dan kebersihan pakaian.
  7. Waspada untuk menghadapi komplikasi. Tanda-tanda bahaya selama kehamilan adalah muntah terus menerus dan tidak mau makan, demam tinggi, bengkak kaki, tangan, dan wajah, sakit kepala yang disertai dengan kejang, pergerakan janin yang berkurang dibandingkan dengan sebelumnya, pendarahan, air ketuban keluar sebelum waktunya.
  8. Menjaga emosi tetap stabil selama kehamilan. Karena ibu hamil sering kali khawatir mengenai situasi bayi, kapabilitas mengasuh, hingga situasi finansial. Hindari penyebab stres. Perubahan emosi untuk ibu hamil sangatlah normal, seperti perubahan emosi yang naik turun atau tiba-tiba jika ingin menangis. Namun jika perubahan emosi menjadi sangat intensif, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau psikolog.
  9. Untuk tidak melakukan pekerjaan berat atau aktifitas yang berat seperti jalanan menanjak, jalanan menurun, perjalanan terlalu lama, jalanan berlubang, karena dapat menyebabkan kontraksi dini. Dan jangan mengangkat beban berat karena otot perut akan ikut bekerja juga. Akibat dari itu, saat otot perut digunakan untuk mengangkat beban berat, janin bisa terlepas dari dinding rahim karena oto dinding rahim mengalami peregangan.
  10. Hindari dengan buah dan makanan pantangan. Ada berbagai macam buah yang menjadi pantangan untuk ibu hamil, yaitu nanas, pisang, nangka, dan durian. Karena buah-buahan tersebut menyebabkan efek panas yang bisa dirasakan oleh rahim. Untuk makanan yang menjadi pantangan untuk ibu hamil adalah mengonsumsi makanan yang memiliki sifat panas karena makanan tersebut dapat membuat keguguran.
  11. Jangan mengonsumsi sembarangan obat dan hindari makanan berpengawet. Karena mengomsumsi obat saat hamil rentan untuk mengalami keguguran. Dikarenakan obat yang tidak diberikan resep untuk pembeliannya bisa mengganggu janin yang ada di dalam rahim. Kandungan di dalam obat kimia tersebut sangat tinggi sehingga dapat membuat janin gugur keluar dari dalam rahim. Begitu pula dengan mengonsumsi makanan berpengawet. Karena rahim tidak kuat terhadap kandungan pengawet yang masuk ke dalam tubuh.
  12. Meskipun usia kandungan cukup tua, seharusnya juga tetap menjaga nutrisi untuk janinnya terutama asam folat. Karena kurangnya asam folat, dapat menyebabkan kecacatan dan berkembang tidak sebagaimana semestinya.
  13. Menjaga berat badan tetap stabil, karena semakin kurangnya berat badan, resiko terjadinya keguguran akan semakin besar karena ketidakmampuan rahim untuk menjaga janin untuk tetap sehat dan mendapatkan nutrisi sebaik mungkin dari ibu hamil. Berat badan seimbang sangat terpelukan bagi ibu hamil. Hindari kekurangan berat badan atau malah kelebihan berat badan.
  14. Kehamilan merupakan sata yang tepat unutk meningkatkan keintiman terhadap pasangan. Ungkapan jujur tentang kebutuhna, kekhawatiran, permasalahan, serta harapan. Bersama dengan pasangan, bakal menolong serta memperkuat rasa kebersamaan sebagai pasangan. Aktifitas seksual untuk ibu hamil tidak jarang terganggu karena mual, lelah ataupun kehilangan suasana hati.
  15. Tanda-tanda bahaya mengenai kehamilan perlu diwaspadai untuk mencegah terjadinya keguguran janin. Seperti demam, detak jantung yang tidak beraturan, muntah darah, atau mengalami penurunan berat badan, dehidrasi, dan pusing secara berlebihan. Konsultasikan jika ibu hamil mengalami tanda-tanda tersebut.

Usia kehamilan tidak bisa diukur dengan terjadinya keguguran. Memang, kasus yang paling sering terjadi keguguran adalah kehamilan masa trisemester awal. Namun tidak menutup kemungkinan juga jika keguguran pada saat trisemester akhir atau menjelang persalinan.

Leave a Comment